DASHBOARD
Ringkasan supplier, menu, dan profitabilitas.
Bahan Baku
0
Menu
0
Avg HPP
Rp 0
Avg Margin
0%
RINGKASAN MENU
ESTIMASI MODAL BISNIS
1. SUPPLIER
Database bahan baku. Wajib pakai satuan gr / ml / pcs.
Belum ada bahan baku.
2. COSTING
Susun resep menu kamu. Maks 25 bahan per menu.
Belum ada menu. Pastikan kamu sudah isi supplier dulu.
3. ESTIMATOR MODAL
Estimasi total modal awal, biaya operasional, profit, dan waktu balik modal bisnismu.
Belum ada estimasi bisnis.
FAQ
Pertanyaan yang sering ditanyakan.
Bagaimana cara menambahkan menu? ▾
Buka tab 2. Costing, klik tombol Tambah Menu. Lalu isi nama menu, tambahkan bahan satu per satu dengan tombol + Tambah Bahan, dan input harga jual.
Berapa banyak bahan/kondimen yang bisa saya input per menu? ▾
Maksimal 25 bahan per menu, mengikuti template aslinya.
Apakah saya bisa menggunakan kilogram dan mililiter? ▾
Untuk satuan, gunakan gram (gr), mililiter (ml), atau pcs. Konversi kilogram ke gram (1 kg = 1000 gr) atau liter ke ml (1 L = 1000 ml) sebelum input supaya perhitungan harga per satuan konsisten.
Bagaimana cara menambahkan bahan baku baru? ▾
Buka tab 1. Supplier, klik Tambah Bahan. Isi nama bahan, merek, harga kemasan, ukuran kemasan, dan satuannya. Sistem otomatis hitung harga per satuan.
Kenapa kolom harga/satuan saya kosong di tab Costing? ▾
Pastikan nama bahan & merek di Costing sama persis dengan yang ada di Supplier — termasuk huruf besar/kecil dan spasi. Di app ini bahan & merek dipilih lewat dropdown jadi seharusnya tidak ada salah ketik.
Data saya aman? Disimpan di mana? ▾
Semua data tersimpan hanya di browser kamu (localStorage). Tidak dikirim ke server, tidak ada database. Kalau kamu clear browser data atau pakai device lain, data hilang. Selalu export PDF untuk arsip.
Cara hitung HPP & profit margin? ▾
Harga/satuan = Harga kemasan ÷ Ukuran kemasan
Sub Total per bahan = Komposisi pakai × Harga/satuan
HPP (Harga Pokok) = Total seluruh sub total bahan
Profit Margin = Harga Jual − HPP
% = (Profit Margin ÷ Harga Jual) × 100
ESTIMATOR MODAL BISNIS
Kenapa sewa tempat dihitung 2 kali (Property & Operational)? ▾
Di A. Property sewa dihitung setahun di depan (×12) karena umumnya sewa ruko/tempat dibayar per tahun — ini masuk modal awal. Di D. Operational sewa bulanan dihitung lagi sebagai biaya berjalan supaya proyeksi profit bulanan realistis. Kalau kamu beli lahan/tempat sendiri, isi sewa bulanan 0 dan masukkan harga beli ke B. Modal Awal.
Bedanya mode Avg Ticket vs Target Quantity? ▾
Avg Ticket cocok untuk bisnis dengan banyak variasi harga (cafe, resto, warnet): rata-rata belanja per customer × jumlah customer per hari. Target Quantity cocok untuk produk dengan harga seragam: jumlah unit terjual per hari × harga jual per unit. Keduanya dikali 30 hari untuk revenue bulanan.
Apa itu MDR / Fee Payment? ▾
MDR (Merchant Discount Rate) adalah potongan dari penyedia pembayaran (QRIS, EDC, e-wallet) setiap transaksi — umumnya 0,3% – 2% dari revenue. Kalau bisnismu full cash, isi 0.
Apa itu COGS Margin? ▾
COGS (Cost of Goods Sold) = porsi revenue yang habis untuk bahan baku / harga pokok produk. Contoh: jual kopi Rp 20.000 dengan HPP Rp 10.000 → COGS margin 50%. Pakai tab 2. Costing untuk hitung HPP menu kamu secara akurat, lalu masukkan persentasenya di sini.
Kenapa ada Buffer Cash 3 bulan? ▾
Bisnis baru jarang langsung profit. Buffer cash = 3× biaya operasional bulanan adalah dana cadangan supaya bisnis tetap bisa bayar gaji, sewa, dan listrik selama 3 bulan pertama walau revenue masih kecil. Ini standar keamanan minimum — masuk ke Total Initial Investment.
Cara hitung profit & balik modal? ▾
Revenue Bulanan = Revenue harian × 30
Fee Payment = Revenue × MDR%
COGS = Revenue × COGS Margin%
Nett Profit / bulan = Revenue − Fee − COGS − Biaya Operasional
Balik Modal (bulan) = Total Initial Investment ÷ Nett Profit
Kamus istilah ▾
Capex (Capital Expenditure) — belanja modal awal: peralatan, furniture, renovasi, lisensi.
Inventory — stok awal bahan baku / produk siap jual.
Opex / Operational — biaya rutin bulanan: gaji, sewa, listrik, marketing.
HPP — Harga Pokok Penjualan, biaya bahan per produk.
BEP / Payback Period — titik waktu di mana akumulasi profit menutup seluruh modal awal.